News Update :

Lovebird

Tips dan Trik

Tampilkan postingan dengan label Jalak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalak. Tampilkan semua postingan

Cara Membedakan Jalak Nias Jantan dan Betina

Sabtu, 19 November 2016 01.05


Cara Membedakan Jalak Nias Jantan dan Betina 

Membedakan Jalak Nias Jantan dan Betina – Jalak Nias memiliki nama ilmiah Acridotheres tristis. Common myna adalah sebutannya yang umum dalam literatur perburungan Internasional. Ciri fisik pada bodi mempunyai dominan berwarna coklat tua hampir semua badan, dan bulu kepala berwarna hitam. Pada bagian belakang atau pantat memiliki warna putih. Serta warna kuning di bagian paruh, lingkar mata dan kulit kaki. Ukuran tubuh burung ini hampir seukuran dengan jalak suren. Penyebaran burung jalak jenis ini sendiri hampir ke seluruh negara Asia dan mulai banyak dipelihara di berbagai negara luar Asia, misalnya Canada, Africa Selatan, Selandia Baru, Hawaii, Australia dsb.
Burung Jalak Nias (dunee – kaskus)
Memiliki yang suara lantang dan variatif, membuat burung berparuh runcing ini menjadi cukup populer di tanah air. Kenyataan tersebut bisa dilihat dari semakin meningkatnya permintaan di pasaran dan terus bertambahnya penangkar dari burung jenis ini. Tak hanya itu saja, jalak nias juga seringkali tampil di beberapa arena perlombaan burung yang sekarang ini banyak diadakan di berbagai daerah. Meskipun keberadaannya terus diburu oleh kicau mania, akan tetapi populasinya di alam bebas bisa dikatakan masih melimpah lantaran sudah banyak orang yang mulai antusias untuk mebudidayakannya.
Advertisement 

Bagi anda yang berkeinginan untuk memelihara jalak nias, pastinya sudah tahu perbedaan dari masing-masing jenis kelaminnya. Untuk jalak nias jantan banyak yang mengatakan bahwa suara gacornya lebih lantang dan variasinya cukup beragam. Sedangkan ciri betina pada suara, cenderung halus dengan sedikit variasi, bahkan hingga ada yang memiliki suara monoton. Dari beberapa pernyataan tersebut, masih ada beberapa aspek-aspek yang bisa digunakan untuk membedakan antara kedua jenis kelamin dari unggas burung berbadan gempal ini, untuk lebih lengkapnya lagi mari kita simak sejumlah ringkasan informasi yang telah disajikan di bawah ini.

Cici-ciri Jalak Nias Jantan
⦁    Kepala terlihat agak pipih berbentuk persegi dan terdapat sedikit jambul.
⦁    Suara lebih bervariasi dibandingkan jenis betina.
⦁    Saat berkicau akan mengangguk-anggukan kepala dan jambulnya terlihat agak mengembang.
⦁    Warna bulu di seluruh tubuh terlihat lebih mengkilap.

Cici-ciri Jalak Nias Betina
⦁    Bentuk kepala cenderung lonjong membundar.
⦁    Suara kicau cenderung monoton atau tanpa banyak variasi.
⦁    Pada umumnya jarang mengangguk-anggukan kepala dan jambul tidak mengembang.
⦁    Memiliki buluh tubuh yang cenderung terlihat agak kusam.

Banyak yang berpendapat bahwa jalak nias jantan memiliki paruh kuning yang lebih legam dibandingkan betina. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan tolak ukur yang pasti, sebab tingkat kelegaman paruh burung pada dasarnya juga disebabkan oleh faktor usia. Apabila semakin tua usia, maka semakin pekat pula warna paruhnya. Selain itu, juga banyak yang beranggapan bahwa sang jantan lebih rakus ketika menyantap makanan. Menurut saya hal ini juga kurang akurat karena tingkat nafsu makan pada burung sebenarnya tidak bergantung pada jenis kelamin, sebab setiap burung mempunyai nafsu makan yang berbeda-beda dan belum tentu burung jantan lebih rakus dibandingkan betina, begitupun sebaliknya.

Jenis – Jenis Burung Jalak di Benua Asia Lengkap dengan Gambar

00.57


Jenis – Jenis Burung Jalak di Benua Asia Lengkap dengan Gambar

Mungkin sebagian besar para pecinta burung di Tanah Air juga setuju, bahwa ragam jenis burung jalak mempunyai banyak sisi kunggulan dan keistimewaan tersendiri. Selain memiliki kicauan merdu, aneka burung dari keluarga Sturnidae tersebut memang mempunyai keindahan warna bulu dan postur tubuh gagah yang mengagumkan. Terlebih lagi semua jenis burung dari genus Sturnus tersebut diketahui mempunyai kepandaian, yakni mampu meniru suara manusia dan itu tidak bisa ditiru serta dimiliki jenis burung penyanyi lain. Di Indonesia sendiri terdapat macam jenis yang dari dulu sudah menjadi primadona bagi setiap penghobi, mulai dari burung beo, jalak suren, nias, kebo, jalak bali, putih dan hongkong. Praktis, semuanya dari dulu sudah menjadi perburuan para kicau mania untuk dipelihara maupun dibudidayakan. Hanya saja saat ini bagi penggemar yang ingin memelihara maupun membudidayakan berbagai jenis burung jalak tersebut, tidak seluruhnya diperbolehkan. Lewat lampiran Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi yang mana dua jenis diantaranya, yakni jalak bali dan putih juga masuk di dalam daftar tersebut. Bagi masyarakat yang melanggarnya, otomatis akan dijatuhi sanksi pidana. Mungkin hal ini sangat wajar adanya, karena semenjak tahun 1991 silam burung yang sudah menjadi identitas pulau dewata ini memang sudah masuk dalam catatan merah di lembaga konservasi internasional IUCN. Burung jalak yang pertama kali ditemukan oleh ahli burung asal Inggris yang bernama Dr. Baron Stressmann pada tanggal 24 Maret 1911 itu, dikatakan sudah di ambang kepunahan dan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Terlepas dari itu semua, burung jalak merupakan unggas pengicau yang bisa dibilang burung cerdas dengan postur gagah dan menawan, sebab rata-rata panjang tubuhnya bisa sampai 20 hingga 25 cm. Maka tak heran jika sebagian banyak orang juga berpikiran, bahwa bisa memelihara burung jalak adalah sebuah kebangaan tersendiri. Perawatan sehari-harinya untuk semua jenis jalak juga relatif mudah. Selain memang diketahui mempunyai ketahanan tubuh yang kuat, burung jalak juga hampir memakan seluruh jenis makanan seperti buah-buahan, serangga, ulat dan daging. Meskipun juga dikenal sebagai burung predator, namun jenis burung ini mudah untuk dijinakkan. Berikut berbagai macam jenis burung jalak lengkap dengan gambar, baik yang sekarang ini sedang ramai diminati maupun yang dilindungi di Indonesia. 

1. Burung Beo / Tiong Emas/ Mamiang (Gracula religiosa)

Burung Beo 

Bisa dibilang, jenis jalak ini merupakan salah satu spesies dari keluarga jalak-jalakan yang paling istimewa. Bagaimana tidak, Burung Beo diketahui paling pandai meniru suara manusia. Terlebih lagi jika ia dilatih dari trotol atau anakkan, maka kepintaran-nya saat menginjak usia dewasa akan semakin terasah. Unggas yang juga dikenal dengan nama burung Tiong Emas dan Mamiang ini terdiri dari 4 subspesies, meliputi beo biasa, nias, enggano dan srilangka. Di alam liar ia bisa ditemui di lahan dan hutan-hutan basah di ketinggian 1000 – 2000 m (dpl). Wilayah penyebaran paling banyak untuk jenis burung beo ini berada di Srilangka, Himalaya, India, Filipina, Pulau Jawa dan kepulauan sunda kecil.

 2. Jalak Suren / Uren (Sturnus contra)


Burung Jalak Suren

Jalak suren atau juga tidak asing dengan nama jalak uren adalah salah satu keluarga Sturnidae yang juga tak kalah istimewa. Baik itu untuk segi postur tubuh maupun tampilan fisik burung yang sempat populer di tahun 1970-an di pulau jawa ini terlihat sangat mengagumkan. Saat menginjak usia dewasa, ukuran tubuhnya bisa sampai 24 cm. Meskipun ukuran sayapnya terlihat besar, namun akselerasi saat ia terbang di habitat aslinya tidak terlalu cepat bahkan kecepatan sama dengan kupu-kupu. Di alam liar ia acapkali terlihat di dataran dan perbukitan rendah di ketinggian 600 – 700 m (dpl) untuk mencari makan. Wilayah penyebaran-nya paling banyak di Indonesia sendiri meliputi pulau Jawa, Sumatra dan Bali.

3. Jalak Kerbau / Kebo / Penyu / Hitam  (Acridotheres javanicus

 
Burung Jalak Kerbau
Jalak Kerbau atau lebih dikenal oleh masyarakat jawa dengan nama jalak kebo juga masuk dalam kategori jenis jalak yang populer. Sesuai dengan embel-embel julukan yang dibawanya, burung ini menyukai tempat-tempat ladang kerbau untuk mencari makan. Selain mencari makanan berbagai serangga kecil di lahan terbuka dan padang rumput, Ia juga gemar bertengger di punggung kerbau sambil mencari kutu yang menempel di tubuh kerbau tersebut. Sama dengan sejenisnya, tubuhnya berukuran sedang yakni rata-rata bisa tumbuh 20 – 25 cm. Di alam liar ia sering terlihat di ketinggian 1500 m (dpl) di sawah, kebun dan hutan-hutan mangrove. Burung ini hampir bisa ditemui di negara-negara asia bagian timur, mulai dari Bangladesh, Cina Selatan, Pulau Jawa hingga Sulawesi.

 4. Jalak Nias / Kerak Ungu (Acridotheres tristis)


Burung Jalak Nias
Meskipun berembel-embel nias, jalak nias bukan burung endemik asal Sumatera Utara melainkan nama tersebut hanya berupa istilah saja. Bahkan wilayah penyebaranya hampir menyeluruh ke berbagai negara kawasan Asia, Afrika dan Amerika. Burung yang juga dikenal dengan nama Kerak Ungu ini juga mempunyai potensi kicauan luar bisa. Tubuhnya didominasi warna cokelat kehitaman. Kepalanya bewarna hitam dan pada bagian sekitar matanya ada bercak warna kuning menyala. Di habitat aslinya ia bisa ditemui wilayah dataran di ketinggian 3000 meter (dpl). Jenis ini juga dikenal sebagai burung monogami yang selalu setiap pada setiap pasanganya. Saat memasuki masa reproduksi, ia akan membuat sarang di lubang-lubang pohon besar.

5. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
 

Burung Jalak Bali
Mungkin memang pantas jika burung ini dilindungi, dilihat dari ciri fisiknya saja sudah sudah sangat khas dan berbeda dari yang lain. Ciri yang paling mencolok dan mudah untuk dikenali, yakni jambul dan bulu warna biru yang menyerupai topeng di sekitar matanya. Sayap dan ekornya bewarna hitam, selebihnya semua warna bulu dibagian tubuhnya bewarna putih. Saat menginjak usia dewasa, burung endemik asal pulau dewata ini bisa tumbuh memanjang sekitar 20 – 25 cm. Makanan favoritnya berupa jangkrik, cacing, pepaya dan jambu. Mengingat ia hewan yang dilindungi saat ini sudah cukup kebun binatang di seluruh dunia yang sudah melakukan program penangkaran jalak asal bali tersebut, jadi tak sulit lagi untuk menemukan-nya.

6. Jalak Putih / Jalak Bodas (Acridotheres Melanopterus)

Burung Jalak Putih
Jalak putih atau juga dikenal oleh masyarakat Sunda dengan nama jalak bodas merupakan burung kedua dari keluarga Sturnidae yang juga dilindungi oleh pemerintah. Ciri khas warna putih dan hitam memang sudah sama dengan saudaranya yang ada di pulau Dewata. Hanya saja yang membedakan adalah warna kuning yang terletak di sekitar matanya. Jalak ini bisa tumbuh sampai 20 hingga 23 cm dan makanan kesukaannya juga relaif sama, yakni berupa buah-buahan, serangga kecil dan biji-bijian. Berpredikat burung endemik asli Indonesia, ia hanya bisa ditemui di berbagai pulau Tanah Air seperti pulau Jawa, Bali, Madura dan Lombok.

7. Jalak Thailand / Hongkong (Sturnus Nigricollis)

 

Burung Jalak Thailand
Sementara itu, jenis burung jalak yang terakhir dan sangat populer di Indonesia adalah jalak thailand. Burung yang juga kerap disebut dengan nama jalak hongkong ini juga mempunyai banyak sisi keunggulan dari segi kicauan dan perawakan. Bisa Anda lihat, ciri-ciri warna yang membalut seluruh tubuhnya juga cukup mudah dikenali. Punggungnya bewarna coklat, leher hitam dan pelipisnya bewarna kekuningan. Untuk selebihnya bewarna putih. Wilayah penyebaran paling banyak untuk jenis ini hampir terdapat di negara-negara kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar dan Thailand. Saat di alam liar burung ini mudah sekali berdaptasi dengan iklim, sebab ia menyukai tempat-tempat tropis maupun sub-tropis baik itu untuk mencari makan dan berkembang biak.

 



Cara Membedakan / Ciri-ciri Jalak Suren Jantan dan Betina

00.34


Cara Membedakan / Ciri-ciri Jalak Suren Jantan dan Betina

Membedakan Jalak Suren Jantan dan Betina – Burung jalak suren memang sudah tak asing lagi bagi semua kalangan kicau mania tanah air. Makin hari namanya kian memuncak, hal tersebut bisa dilihat dari semakin meningkatnya permintaan jual-beli di pasaran dan semakin banyaknya perlombaan gantangan yang diadakan untuk kelas burung ini di berbagai daerah. Ketenaran unggas dari keluarga sturnidae ini mungkin memang sangat wajar, sebab ia memiliki kemampuan yang mirip dengan burung beo yakni bisa meniru gacoran pengicau jenis lain dan bahkan juga mampu menirukan suara manusia.


Burung Jalak Suren 

Selain itu, jalak suren juga memiliki peranan yang penting dan di anggap sangat menguntungkan bagi petani. Anggapan tersebut terjadi lantaran unggas berparuh panjang dan runcing ini memang gemar memburu serangga pemakan tanaman yang berdampak buruk terhadap musim panen petani. Saat mencari makanan di area persawahan, jalak jenis ini akan mengeluarkan suara panggilan untuk berkomunikasi dengan kelompoknya. Suara panggilan itu akan terus dilantunkan secara bersahut-sahutan. Bunyinya pun sangat beragam yang terdengar hampir menyerupai nada peluit, suara mendengung, bunyi bergetar, bunyi kicauan dan sebagainya.
Untuk perbedaan jenis kelamin dari jalak suren, bisa diamati dari suara gacornya. Apabila suara jalak suren terdengar lebih lantang dan bervariasi maka bisa dikatakan bahwa burung terbut berkelamin jantan, sedangkan betina memilki suara yang bernada lebih tinggi dengan banyak tembakan melengking. Bagi anda yang berminat memelihara pengicau tersebut, alangkah baiknya untuk menentukan pemilihan jenis kelaminnya terlebih dahulu. Namun bila belum tahu ciri jalak suren jantan dan betina, maka ada baiknya jika anda berkenan menyimak beberapa informasi yang telah saya rangkum dari berbagai sumber.

Ciri-ciri Jalak Suren Jantan
⦁    Ukuran tubuh relatif lebih besar.
⦁    Bentuk tubuh lonjong dan panjang.
⦁    Kepala relatif besar dan bulat.
⦁    Paruh panjang dan kokoh.
⦁    Bulu yang terdapat di kepala, punggung dan dada berwarna hitam mengkilap.
⦁    Warna yang ada di kulit bagian atas mata terlihat lebih jelas dan cerah.
⦁    Bulu putih di bagian bawah tubuh terlihat lebih bersih.
⦁    Ekor relatif panjang dan bulunya menyatu.
⦁    Jemari kaki lebih kokoh dan panjang.
⦁    Saat jambul kepala mengembang terlihat lebih panjang dan melebar.

Ciri-ciri Jalak Suren Betina

⦁    Ukuran tubuh cenderung kecil.
⦁    Tubuh berbentuk bulat dan cenderung pendek.
⦁    Kepala cenderung ramping.
⦁    Paruh lebih pendek.
⦁    Bulu berwarna putih di tubuh bagian bawah terlihat kusam.
⦁    Warna hitam dan putih terlihat lebih kusam.
⦁    Warna di kulit bagian atas lebih pucat dan memudar.
⦁    Ekor cenderung pendek dan halus.
⦁    Jari kaki lebih pendek.
⦁    Jambul kepala cenderung pendek dan tidak lebar.

Untuk yang masih baru belajar memelihara jalak suren, pastinya agak kesulitan saat menerapkan beberapa perbandingan poin-poin di atas, karena ciri-ciri tersebut memang membutuhkan kejelian serta jam terbang yang tinggi. Meski begitu, ternyata masih ada cara lain yang bisa kita jadikan acuan atau tolak ukur untuk membedakan jenis kelaminnya. Cara tersebut adalah dengan mengamati bagian kulit di sekitar duburnya. Apabila terdapat lingkaran berwarna gelap misal ungu ataupun biru, maka bisa diyakini bahwa burung tersebut berkelamin jantan. Selain itu, ciri jalak suren jantan juga bisa dilihat dari perilaku atau gerakan yang lebih agresif.

Mengenal Lebih Jauh Burung Jalak Suren

00.21


Mengenal Lebih Jauh Burung Jalak Suren 

Tidak hanya populer lantaran ocehan-nya yang cenderung cerewet dan berisik, jalak suren juga salah satu burung dari keluarga Sturnidae yang juga mempunyai tingkat kecerdasan yang mengagumkan. Bagaimana tidak, burung jalak yang satu ini juga diketahui mempunyai keahlian seperti burung beo yang mampu meniru suara manusia. Mungkin kapasitasnya tidak sehebat burung beo, namun kelebihan suara dari burung yang bernama latin (ilmiah) Sturnus contra tersebut dinilai lebih mencolok daripada beo. Mungkin dari kelebihanya itu juga, mengapa unggas yang satu ini juga kerap disebut sebagai burung penjaga rumah yang mana saat melihat orang asing ia seakan tidak mempunyai rasa takut dan bahkan bisa lebih ngotot dalam bersuara.

Jalak Suren

Jenis Sturnus contra yang paling popler di Indonesia sendiri ialah jalak suren Jawa (gracupica contra jalla) dan Kalimantan (Gracupica contra floweri). Praktis keduanya mempunyai perbedaan fisik yang sedikit berbeda. Untuk jenis lokal mempunyai ciri-ciri jambul klimis yang bewarna hitam pekat. Jalak suren jawa usia muda biasanya ada beberapa bintik cokelat di paruh dan akan menghilang saat menginjak usia dewasa yang berubah menjadi warna putih gading. Sementara itu untuk jalak suren malaysia pada bulu pada dahinya terdapat warna putih. Berbeda dengan saudaranya, pangkal paruhnya lebih bewarna oranye. Untuk selebihnya, keduanya sama-sama mempunyai bakat kicauan mengagumkan dan bahkan tak jarang digunakan untuk memaster jenis burung penyanyi lain.

Wilayah penyebaran jalak suren yang ada di Indonesia sendiri paling banyak ditemui di pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Sementara itu untuk jalak bali kalimantan tentunya paling banyak dijumpai wilayah kalimantan. Di alam liar, jalak suren kerap menyukai tempat-tempat dataran rendah dekat perairan, namun terkadang ia kerap terlihat di perbukitan pada ketinggian 700 meter (dpl). Di habitat aslinya tersebut, biasanya jenis jalak ini memilih pohon-pohon besar berlubang untuk sebagai tempat tinggal dan sekaligus digunakan untuk melahirkan anak-anaknya. Pada masa reproduksi sendiri ia bisa melahirkan sedikitnya 4 hingga 6 butir telur dan dierami selama 14 hari.

Ciri-ciri Jalak Suren

Umumnya ukuran jalan suren berkisar 20 hingga 24 cm. Untuk jalak suren jantan kepalanya dan paruhnya lebih besar. Baik punggung, leher, kepala bewarna hitam mengkilap. Warna putih di semua bagian tubuhnya terlihat lebih bersih. Di bagian anusnya terdapat warna biru tua. Hanya saja warna biru tua di bagian anusnya tersebut biasanya dipenagaruhi oleh umur, jika umurnya semakin tua maka akan semakin jelas pula warna biru pada bagian duburnya tersebut. Sementara itu untuk si betina bentuk kepala dan tubuhnya cenderung ramping serta bentuk badan lebih bulat. Warna bulu hitam di kepala, leher hingga punggung agak kusam.

Kandang

Ukuran sangkar jalak suren pada dasarnya tergantung selera setiap penangkar atau pemelihara yang terpenting harus bisa mengkondisikan sangkar senyaman mungkin untuk tempat tinggal si burung. Namun berdasarkan pengalaman beberapa ahli, kandang yang nyaman dan biasanya berukuran 100 x 175 x 200 cm (omkicau.com). Di dalam kadang juga harus disediakan beberapa perlengkapan seperti tempat bersarang , tempat bertengger yang terbuat dari batang kayu dan tidak lupa juga harus disediakan tempat untuk menaruh pakan serta minumannya. Selain itu, setiap pemilik juga sebisa mungkin harus menyediakan bak mandi yang besar didalam kandangnya.

Perawatan Harian

Dikutip dari omkicau.com, untuk perawatan harian jalak suren sendiri sebenarnya juga tidak berbeda dengan jenis burung penyanyi lain. Sebelum ataupun sesudah proses pemandian burung yang satu ini juga harus diangin-aginkan terlebih dahulu minimal selama 30 menit. Hanya saja yang perlu digaris bawahi adalah pemberikan pakan. Burung ini lebih menyukai pakan voer dengan kandungan protein yang tinggi seperti voer ayam, lele ataupun voer hijau biasa. Sementara itu pakan buah-buahan juga bisa diberikan dalam beberapa macam variasi, misalnya buah pisang kepok bisa juga diselingi buah apel dan pepaya. Adapun pakan protein lain-nya yang tak kalah penting dan musti diperhatikan. Pemelihara bisa memberikan 8 ekor jankrik dalam sehari. 3 ekor pada saat pagi dan 5 ekor pada sore hari. Takaran kroto cukup 1 sendok teh saja yang harus diberikan 2 kali dalam seminggu.

Sains & Tekno

Berita

 

© Copyright 2016