Cara Melatih Burung Branjangan dan sanma bertengger di alas batu
Burung branjangan, sanma, maupun pailing (bai ling)
berasal dari keluarga yang sama, yaitu Alaudidae atau keluarga burung
larks. Keluarga Alaudidae bukan termasuk burung tipe petengger. Di alam
liar, mereka lebih sering berada di atas batu, atau di permukaan tanah.
Meski demikian, keluarga Alaudidae tetap bisa nangkring di dahan /
ranting pohon, meski cengkeramannya kurang sempurna. Karena itu, dalam
pemeliharaan sehari-hari, kedua burung selalu menggunakan tenggeran
ceper dari bebatuan. Jika Anda membeli burung baru, dan belum mau
bertengger di alas batu, ikuti tips Kicau Mania berikut ini.
Salah satu penyebab branjangan dan
sanma
tidak mampu mencengkeram secara sempurna adalah anatomi bagian kakinya
memang sedikit berbeda dari burung kicauan lainnya. Keluarga Alaudidae
memiliki anatomi kaki yang mirip dengan ayam.
Jari-jari kakinya relatif lebih pendek daripada burung tipe petengger.
Begitu juga dengan kuku-kukunya yang pertumbuhannya relatif lambat. Hal
ini menyebabkan cengkeraman kakinya pada dahan, ranting, atau cabang
pohon tidak sesempurna burung tipe petenggar.
Kalau Anda perhatikan ayam
nangkring di pagar, biasanya sering
seperti hampir jatuh. Ya, seperti itulah kira-kira gambaran branjangan
dan sanma di alam liar saat bertengger di cabang / ranting pohon.
Branjangan, sanma, dan
pailing juga memiliki cara berjalan di permukaan tanah yang sama seperti ayam.
Dengan memberikan kebutuhan sesuai dengan karakter dan kebiasaannya di
alam liar, maka burung menjadi lebih nyaman, lebih mudah jinak, sehingga
kelak juga bisa rajin berkicau. Itu sebabnya, keberadaan tenggeran
ceper dari bahan batu hampir selalu digunakan para penggemar branjangan
dan sanma.
Persoalannya, terkadang burung tak langsung mau beradaptasi dengan
tenggeran buatan manusia. Jika Anda mengalami hal seperti ini, ada
beberapa tips yang bisa diterapkan agar burung mau bertengger di
tenggeran ceper atau alas batu.
Jika sudah mau menggunakan tenggeran tersebut, burung menjadi lebih
cepat berbunyi, baik mulai ngeriwik dulu, ngeplong, hingga gacor. Kelak,
jika sudah gacor, burung bisa berkicau sambil terbang vertikal atau
biasa disebut hoovering.
1. Mengubah ketinggian alas bertengger
Pada umumnya, jika kita membeli sangkar baru, ketinggian tenggeran
ceper atau alas bertengger rata- rata 6 inci (sekitar 15 cm). Hal ini
tentu menyulitkan burung yang akan dilatih, khususnya bakalan. Solusi
terbaik adalah menurunkan ketinggian menjadi 3 – 4 inci (7,5 – 10 cm),
dengan cara memotongnya.
Tetapi jika tidak ingin memotong karena alasan tertentu, misalnya
takut rusak atau alasan lainnya, cara yang bisa dilakukan adalah
menambah tiang tenggeran di dalam sangkar, dengan ketinggian lebih
rendah daripada tenggeran aslinya. Cara lainnya adalah memasang
tenggeran berbentuk kotak yang diselipkan di jeruji sangkar dengan
ketinggian yang berbeda.
Penempatan beberapa tenggeran dengan ketinggian bervariasi ini bisa
merangsang burung untuk melompat dari tenggeran yang satu ke tenggeran
lainnya, terutama dari tenggeran rendah ke tempat yang lebih tinggi.
2. Penempatan tempat pakan
Penempatan tempat pakan yang ditinggikan atau di atas kepala burung bisa
melatih branjangan atau sanma untuk sering mendaki. Hal ini juga
melatih mereka untuk lebih sering melompat ke tenggeran batunya.
3. Memberi alas pasir dan penjemuran
Bagian dasar sangkar sanma maupun branjangan seringkali ditutupi
pasir. Selain lebih mirip dengan habitat aslinya, alas pasir ini juga
berfungsi sebagai
litter untuk kotorannya.
Ketika burung yang berada dalam sangkar beralas pasir itu dijemur,
otomatis pasir akan terasa lebih panas. Hal ini membuat burung enggan
berada di dasar sangkar, sehingga akan lebih sering berada di tenggeran
batu. Dari terpaksa, lama-lama burung akan menjadi terbiasa.
4. Menutupi jeruji bagian dasar sangkar.
Sanma, pailing, dan branjangan termasuk burung yang memiliki rasa
ingin tahu yang tinggi. Mereka sering mengintip dari jeruji, dan hal ini
bisa berlangsung sepanjang hari.
Bagi burung bakalan, tentu hal ini bisa mengganggu proses latihan
berkicau atau bertenger di alas batu. Nah, cara terbaik untuk membatasi
keingintahuan burung tersebut adalah menutupi jeruji bagian bawah
sangkar dengan kertas koran atau lakban. Dengan demikian, mereka akan
tertarik untuk melihat sekelilingnya dari atas alas batu atau tenggeran
yang lain.
5. Latihan bertengger untuk trotolan
Untuk membiasakan sanma atau branjangan yang masih berusia trotolan
agar mau bertengger di alas batu, Anda bisa melatihnya dalam sangkar
khusus yang berukuran lebih kecil. Lihat gambar di bawah ini :
Itulah beberapa hal mendasar mengenai bagaimana melatih branjangan
dan sanmar agar mau bertengger di atas alas batu. Jika burung sudah
terbiasa, maka akan lebih cepat merangsang mereka untuk berbunyi. Yang
tak kalah penting, berikan
perawatan harian secara konsisten. Untuk memastikan burung selalu dalam kondisi fit, jangan lupakan
vitamin khusus burung, setidaknya tiga kali dalam seminggu.
Semoga bermanfaat.