News Update :

Lovebird

Tips dan Trik

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Agar lovebird bersuara panjang ber-speed rapat

Minggu, 04 Desember 2016 01.25


Agar lovebird bersuara panjang hindari master ber-speed rapat 

Suara lovebird yang dianggap ideal dalam lomba burung, selain memiliki variasi lagu, pakem utamanya adalah bersuara panjang dan rajin (frekuensinya sering). Untuk kontes besar bertaraf nasional, durasi yang dicari paling tidak bisa 30 detik, ada pula yang hingga 1 menit bahkan lebih.
Biasanya, untuk lovebird yang lagunya panjang hingga satu menit atau lebih, frekuensi bunyi menjadi berkurang atau masa ngetem atau diamnya lama. Hal ini tentu juga kurang ideal untuk burung lomba. Burung yang sering juara pada akhirnya yang lagunya tidak perlu panjang sekali, tapi gacor atau rajin bunyi dan tiap bunyi panjangnya stabil atau relatif sama, misalnya rata-tata 30an detik.

Untuk melatih lovebird, sejak kecil tentu sudah dimaster. Lalu, master apa yang cocok untuk lovebird agar kelak hasilnya bagus? Menurut Antok 999 breeder lovebird spesialis suara dan pemilik lovebird juara Cenat-Cenut dari Sragen, master yang cocok untuk lovebird adalah burung yang lagunya tidak terlalu rapat.

Suara rapat seperti cililin, srindit, membuat lovebird kelak tidak bisa mengeluarkan suara panjangnya secara maksimal, karena menjadi gampang lelah. Lagu-lagu yang lebih lambat seperti cucak jenggot, lebih pas. Atau suara kenari yang lelah, atau lambat, juga baik.

Master untuk lovebird bisa dari suara burung benaran, bisa pula dari perangkat elektronik, bahkan dari hand phone jaman sekarang yang umumnya sudah dilengkapi dengan pemutara suara.

Sementara itu menurut Kicau Mania yang beberapa burung produknya banyak menyabet predikat jawara, selain perlu melakukan pemasteran secara rutin, pemilihan awal lovebird juga sangat menentukan.

Suara panjang atau pendek, sebenarnya juga bawaan atau menurun dari indukan ke anakan. Nah, memilih burung lovebird untuk keperluan lomba perlu dilihat indukannya. Pilih indukan yang bersuara panjang. Setelah itu, pastikan burung bersuara panjang dengan pemasteran yang benar,
Semoga bermanfaat

Merawat Burung anis kembang musim hujan

00.52


Merawat Burung anis kembang musim hujan 

Beberapa daerah di Indonesia mulai sering diguyur hujan. Banyak pemilik anis kembang yang mengeluhkan sulitnya merawat burung ini jika hujan tiba. Banyak AK yang malas bunyi, akibat cuaca yang berubah menjadi lebih dingin daripada biasanya. Kicau Mania Nusantara akan coba memberikan solusi, yang bukan hanya dapat diterapkan pada musim hujan, tetapi juga bisa diterapkan oleh AK mania yang tinggal di daerah sejuk seperti Bogor, Kota Wisata Batu, Kaliurang, dan sebagainya.
Kunci utama dalam merawat anis Merah pada musim hujan, maupun untuk daerah-daerah berhawa sejuk, terletak pada pemberian pakan tambahan atau extra fooding (EF). Karena dari sinilah AK akan memperoleh rasa hangat pada tubuhnya.

Dalam hal ini, perubahan dalam porsi pemberian EF bisa diberlakukan, tanpa harus mengubah setelan harian lainnya yang biasa diterapkan pada anis merah.
Untuk memudahkan kicaumania yang masih bingung dengan perawatan harian anis merah, berikut ini tips yang bisa Anda terapkan :
  • Porsi jangkrik setiap pagi 3 ekor, dan sore juga 3 ekor.
  • Porsi cacing juga 3/3. Sebelum diberikan, cacing dicuci dalam air bersih, untuk menghilangkan lendirnya.
  • Berikan kroto segar sebanyak 1 sendok teh, hanya pada pagi hari.
  • Berikan ulat hongkong yang berwarna putih, sebanyak 2-3 ekor, setiap malam.
  • Pemberian buah-buahan segar tetap diberikan setiap hari.
Beberapa pemain anis merah yang tinggal di daerah dingin membuat perlakuan khusus terhadap beberapa pakan serangga sebelum diberikan kepada burungnya. Berikut ini rangkuman perlakuan mereka :
  • Jangkrik yang diberikan kepada anis kembang sebelumnya diberi pakan berupa wortel, jahe, dan kunyit.
  • Ulat hongkong yang diberikan harus berwarna putih atau sedang berganti kulit. Bagaimana cara membuat ulat hongkong cepat berganti kulit.
Tips perawatan di atas juga bisa diterapkan baik pada musim hujan, maupun untuk AK mania yang mukim di daerah berhawa sejuk / dingin.

Khusus untuk AK yang dirawat di daerah berhawa sejuk / dingin, diperlukan perawatan tambahan pada malam hari. Dalam hal ini, udara yang sangat dingin pasti akan membuat burung tidak nyaman, bahkan dapat memicu mabung yang lebih cepat daripada siklus normalnya.

Perawatan tambahan pada malam hari yang perlu dilakukan adalah memasang lampu bohlam 10 Watt di atas sangkar burung yang digantung. Selain bolam, Anda juga bisa menggunakan lampu UV (ultraviolet) untuk menghangatkan tubuh burung pada malam hari.

Pemasangan lampu ini juga bisa diterapkan di daerah mana pun ketika hujan turun sejak sore hingga malam, yang menyebabkan suhu udara terlalu rendah daripada biasanya.

Esok paginya, kalau tidak hujan, burung bisa dijemur di bawah sinar matahari, meski intensitas cahaya relatif sedikit. Yang penting, burung mendapat kehangatan yang akan membuatnya tetap rajin bunyi.

Perlu diketahui, cuaca dingin mudah sekali melemahkan sistem pertahanan tubuh burung, terutama dari agen penyakit yang datang menyerang, meski dalam jumlah sedikit. Karena itu, pemberian multivitamin seperti BirdVit pada musim hujan perlu ditingkatkan. Anda bisa memberikannya setiap dua hari sekali.

Dengan perawatan yang lebih ekstra, khususnya pemberian EF, perlakuan di malam hari, penjemuran setiap pagi, serta rutin memberikan multivitamin, maka metabolisme burung tetap lancar seperti biasanya dan tidak akan mengurangi intensitas kicauannya, meski di daerah Anda sering turun hujan.
Semoga bermanfaat.

Perwatan Burung Lovebird di Musim Penghujan

00.35


Perawatan Burung Lovebird Musim Hujan

Pada Indonesia sekarang telah mulai memasuki isu terkini hujan, di musim hujan ini artinya masa dimana burung peliharaan akan merasa tidak nyaman. Ya mereka tidak akan nyaman menggunakan suhu serta cuaca yang dingin, buat itu sang pemilik haruslah menyampaikan perawatan extra pada burung kesayangannya ini.
Hampir seluruh burung tidak akan nyaman dengan hujan dan tak terkecuali menggunakan lovebird, burung ini akan kedinginan serta hanya mampu berdiam diri di tenggerannya. Kemudian bagaimana dengan perawatan burung saat demam isu hujan? Buat perawatan ketika musim hujan sangatlah tidak selaras menggunakan perawatan pada umumnya.

Cara Merawat Lovebird Ketika Musim Hujan
Pada demam isu hujan perawatan buat seekor burung haruslah dibedakan menggunakan Perawatan di umumnya, karena anda tidak mungkin memandikan lovebird waktu hujan bukan? Sebab saat hujan suhu lingkungan sebagai lebih dingin serta kurang kondusif buat mandi, selain itu anda juga tidak mampu menjemur burung ini di bawah terik matahari. Lalu adakah perawatan lainnya?

 Buat perawatan lain, anda mampu melakukan cara berikut:

Memasang lampu full spektrum
Lampu ini memiliki suhu yg cukup untuk menghangatkan tubuh burung yg kedinginan karena hujan. Kenapa? Sebab lampu ini memiliki suhu warna kurang lebih 5500 k, selain itu lampu ini pula cocok buat proses bertelur burung betina. Anda mampu memasang lampu full spektrum ini di kandang burung, dengan cara ini Anda akan menghasilkan burung lebih nyaman waktu isu terkini hujan.

Menutup kandang menggunakan kredong
Kredong sangat dianjurkan buat mengurangi rasa dingin burung, anda bisa memakai kredong ini buat menghalau suhu dingin. Menggunakan cara ini suhu dingin atau percikan air hujan tidak akan masuk ke sangkar serta mengenai burung, selain itu cara ini juga akan membuat burung lebih nyaman saat hujan. Ingat hindari burung dari dinginnya hujan serta percikan air hujan, hal ini untuk menghindari penyakit di burung.

Mengunakan tenggeran elektrik
Untuk menghangatkan burung anda bisa memakai tenggeran elektrik, tenggeran ini menyampaikan panas yang relatif untuk menghasilkan burung tetap hangat. Selain itu tenggeran ini pula akan membuat burung lebih nyaman serta tenang ketika hujan turun. Anda bisa membeli alat ini pada situs internet seperti Amazon atau eBay, pada situs tersebut alat ini diberi nama Electric Perch.

Menambah porsi makan
Buat menjaga suhu tubuh lovebird saat hujan, anda mampu menambah porsi makan burung ini. Anda bisa tetap menyampaikan makanan utama mirip millet putih dan semacamnya, selain itu anda jua mampu menyampaikan extra food seperti kangkung, sawi, jagung belia, serta beberapa kuliner tambahan lainnya.

Memperbanyak multivitamin
Buat menjaga kesehatan burung anda mampu menggunakan multivitamin, sebaiknya rutinlah memakai multivitamin ini setiap hari selama ekspresi dominan hujan.

Cara merawat lovebird pada musim hujan berguna buat menjaga kesehatan burung supaya tetap sehat, selain itu anda pula harus mengentikan perwatan mandi kuyup pada burung. Sedangkan buat menjaga kesehatan serta kebersihan sangkar burung, sebaiknya anda bersihkan sangkar burung anda secara rutin. Hal ini buat menghindari penyakit yg diakibatkan sebab kurangnya kebersihan kandang. 

Cara Perawatan burung kepudang kuduk-hitam agar suaranya lebih bervariasi

Rabu, 23 November 2016 01.25


Cara Perawatan burung kepudang kuduk-hitam

Di Pulau Indonesia memiliki 11 spesies burung kepudang (kerap ditulis kepodang). Yang terpopular adalah kepudang kuduk hitam / black-naped oriole (Oriolus chinensis). Bahkan saat para kicaumania menyebut kepudang, konotasinya hanya mengarah pada kepudang kuduk-hitam, meski sebenarnya masih ada 10 spesies lain. Burung ini memiliki suara merdu, dan mampu meniru suara burung lainnya.




Burung kepudang kuduk-hitam / black-naped oriole (Oriolus chinensis)
Selain suara kicauannya yang merdu dan bisa meniru suara burung lain, anggota keluarga Oriolidae ini juga mempunyai wilayah persebaran paling luas di Indonesia. Burung ini bisa ditembukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Itu sebabnya, kepudang kuduk-hitam lebih popular ketimbang 10 spesies kepudang lainnya.

Pakan burung kepudang di alam liar adalah buah dan serangga. Selain itu, dia juga gemar memangsa anakan burung lain di dalam sarangnya. Lantaran perilaku buruknya, kepudang selalu diusir burung lain saat coba memasuki sarangnya.

Kepudang sangat jarang turun ke bawah / tanah. Mereka umumnya beraktivitas atau mencari pakan pada batang pohon paling tinggi. Itu sebabnya, suara kicauannya terdengar membahana ke seantero wilayah.

Burung ini jarang pula ditemukan di hutan-hutan dalam, karena lebih sering berada di hutan-hutan pinggiran pantai dan mangrove, serta hutan yang berdekatan dengan perkampungan penduduk atau areal perkebunan.

Kepudang kuduk-hitam termasuk burung pintar. Jika dipelihara sejak anakan / trotolan, suara kicauannya akan menjadi sangat bervariasi, terlebih jika burung mendapat perawatan dan pemasteran secara rutin.


Meski demikian, bukan berarti kepudang muda atau dewasa tidak memiliki kemampuan tersebut. Sepanjang mendapat perawatan dan pemasteran rutin, mereka juga bisa memiliki suara kicauan yang beragam.

Agar memiliki suara kicauan bervariasi, burung perlu memperoleh multivitamin yang bisa membuatnya tetap sehat dan aktif berkicau, sehingga tidak akan kesulitan dan lebih fokus menerima suara-suara masteran.

Perawatan harian agar suara kepudang lebih bervariasi
Sebagaimana jenis burung kicauan lainnya, kepudang kuduk-hitam juga membutuhkan pakan yang memiliki unsur gizi yang serasi dan seimbang, mencakup energi metabolisme, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, serta vitamin dan mineral. Nutrisi yang serasi dan seimbang akan membuat burung menjadi sehat dan aktif berkicau.
Selain cantik, burung kepudang kuduk-hitam juga memiliki kicauan merdu.
Berikut ini pola perawatan ideal untuk burung kepudang kuduk-hitam, termasuk pengaturan pakan

Cara Perawatan Burung Kepudang Sebagai Berikut :

  1. Pagi-pagi hari sekali, burung dikeluarkan untuk pengembunan.
    Selama diembunkan, burung hanya diberi pakan berupa oplosan apel dan kroto
  2. Setelah matahari mulai terbit, atau sekitar pukul 06.00 – 07.00, burung dimandikan, kemudian diangin-anginkan sebentar.
  3. Saat dianginkan, berikan 3-5 ekor jangkrik.
  4. Selanjutnya, burung dijemur secukupnya (tidak lebih dari 2 jam).
  5. Usai dijemur, pindahkan burung ke tempat yang sejuk.
  6. Saat menggantang burung, dianjurkan posisi sangkar paling tinggi dibandingkan sangkar burung jenis lainnya (bisa juga digantang di loteng rumah atau pada cabang pohon di halaman).
  7. Berikan buah pepaya dan ulat bambu sebanyak 1-2 ekor.
  8. Berikan MultiVitamin Burng untuk memenuhi kebutuhan secara lengkap, sekaligus mendorong burung selalu dalam kondisi fit.
  9. Untuk pemasteran, Anda dapat memperdengarkan suara mp3 burung poksay, cucakrawa, cica kopi, dan suara-suara lain yang berkarakter. Boleh juga menggunakan burung master.
  10. Siang hingga sore hari, sangkar dikerodong agar burung beristirahat. Kerodong dibuka kembali pada sore hari, sekitar pukul 16.00.
  11. Berikan oplosan apel dan kroto, serta 3-5 jangkrik, lalu putarkan kembali suara masterannya.
  12. Menjelang malam, burung kembali dikerodong dan biarkan beristirahat hingga esok hari
           Semoga bermanfaat.           Salam sukses, Salam dari KicauMania.

Cara Melatih Burung Branjangan dan sanma bertengger di alas batu

00.16


Cara Melatih Burung Branjangan dan sanma bertengger di alas batu

Burung branjangan, sanma, maupun pailing (bai ling) berasal dari keluarga yang sama, yaitu Alaudidae atau keluarga burung larks. Keluarga Alaudidae bukan termasuk burung tipe petengger. Di alam liar, mereka lebih sering berada di atas batu, atau di permukaan tanah. Meski demikian, keluarga Alaudidae tetap bisa nangkring di dahan / ranting pohon, meski cengkeramannya kurang sempurna. Karena itu, dalam pemeliharaan sehari-hari, kedua burung selalu menggunakan tenggeran ceper dari bebatuan. Jika Anda membeli burung baru, dan belum mau bertengger di alas batu, ikuti tips  Kicau Mania berikut ini.

Salah satu penyebab branjangan dan sanma tidak mampu mencengkeram secara sempurna adalah anatomi bagian kakinya memang sedikit berbeda dari burung kicauan lainnya. Keluarga Alaudidae memiliki anatomi kaki yang mirip dengan ayam.

Jari-jari kakinya relatif lebih pendek daripada burung tipe petengger. Begitu juga dengan kuku-kukunya yang pertumbuhannya relatif lambat. Hal ini menyebabkan cengkeraman kakinya pada dahan, ranting, atau cabang pohon tidak sesempurna burung tipe petenggar.

Kalau Anda perhatikan ayam nangkring di pagar, biasanya sering seperti hampir jatuh. Ya, seperti itulah kira-kira gambaran branjangan dan sanma di alam liar saat bertengger di cabang / ranting pohon. Branjangan, sanma, dan pailing juga memiliki cara berjalan di permukaan tanah yang sama seperti ayam.

Dengan memberikan kebutuhan sesuai dengan karakter dan kebiasaannya di alam liar, maka burung menjadi lebih nyaman, lebih mudah jinak, sehingga kelak juga bisa rajin berkicau. Itu sebabnya, keberadaan tenggeran ceper dari bahan batu hampir selalu digunakan para penggemar branjangan dan sanma.

Persoalannya, terkadang burung tak langsung mau beradaptasi dengan tenggeran buatan manusia. Jika Anda mengalami hal seperti ini, ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar burung mau bertengger di tenggeran ceper atau alas batu.

 Jika sudah mau menggunakan tenggeran tersebut, burung menjadi lebih cepat berbunyi, baik mulai ngeriwik dulu, ngeplong, hingga gacor. Kelak, jika sudah gacor, burung bisa berkicau sambil terbang vertikal atau biasa disebut hoovering.


1. Mengubah ketinggian alas bertengger
Pada umumnya, jika kita membeli sangkar baru,  ketinggian tenggeran ceper atau alas bertengger rata- rata 6 inci (sekitar 15 cm). Hal ini tentu menyulitkan burung yang akan dilatih, khususnya bakalan. Solusi terbaik adalah menurunkan ketinggian menjadi  3 – 4 inci (7,5 – 10 cm), dengan cara memotongnya.

Tetapi jika tidak ingin memotong  karena alasan tertentu, misalnya takut rusak atau alasan lainnya, cara yang bisa dilakukan adalah menambah tiang tenggeran di dalam sangkar, dengan ketinggian lebih rendah daripada tenggeran aslinya. Cara lainnya adalah memasang tenggeran berbentuk kotak yang diselipkan di jeruji sangkar dengan ketinggian yang berbeda.

Penempatan beberapa tenggeran dengan ketinggian bervariasi ini bisa merangsang burung untuk melompat dari tenggeran yang satu ke tenggeran lainnya, terutama dari tenggeran rendah ke tempat yang lebih tinggi.


2. Penempatan tempat pakan

Penempatan tempat pakan yang ditinggikan atau di atas kepala burung bisa melatih branjangan atau sanma untuk sering mendaki. Hal ini juga melatih mereka untuk lebih sering melompat ke tenggeran batunya.


3.  Memberi alas pasir dan penjemuran
Bagian dasar sangkar sanma maupun branjangan seringkali ditutupi pasir. Selain lebih mirip dengan habitat aslinya, alas pasir ini juga berfungsi sebagai litter untuk kotorannya.

Ketika burung yang berada dalam sangkar beralas pasir itu dijemur, otomatis pasir akan terasa lebih panas. Hal ini membuat burung enggan berada di dasar sangkar, sehingga akan lebih sering berada di tenggeran batu.  Dari terpaksa, lama-lama burung akan menjadi terbiasa.


4.  Menutupi jeruji bagian dasar  sangkar.
Sanma, pailing, dan branjangan termasuk burung yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka sering mengintip dari jeruji, dan hal ini bisa berlangsung sepanjang hari.

Bagi burung bakalan, tentu hal ini bisa mengganggu proses latihan berkicau atau bertenger di alas batu. Nah, cara terbaik untuk membatasi keingintahuan burung tersebut adalah menutupi jeruji bagian bawah sangkar dengan kertas koran atau lakban. Dengan demikian, mereka akan tertarik untuk melihat sekelilingnya dari atas alas batu atau tenggeran yang lain.

5. Latihan bertengger untuk trotolan
Untuk membiasakan sanma atau branjangan yang masih berusia trotolan agar mau bertengger di alas batu, Anda bisa melatihnya dalam sangkar khusus yang berukuran lebih kecil. Lihat gambar di bawah ini :

Itulah beberapa hal mendasar mengenai bagaimana melatih branjangan dan sanmar agar mau bertengger di atas alas batu. Jika burung sudah terbiasa, maka akan lebih cepat merangsang mereka untuk berbunyi. Yang tak kalah penting, berikan perawatan harian secara konsisten. Untuk memastikan burung selalu dalam kondisi fit, jangan lupakan vitamin khusus burung, setidaknya tiga kali dalam seminggu.
Semoga bermanfaat.

Ciri-ciri Burung branjangan over birahi dan cara mengatasinya

Selasa, 22 November 2016 23.42


Ciri-ciri Burung branjangan over birahi dan cara mengatasinya 

Meski burung ini bertubuh kecil dan memiliki corak bulu yang menurut sebagian kicaumania dianggap kurang menarik, burung branjangan punya penggemar yang tak sedikit. Sebab burung ini memiliki suara yang lantang dengan gaya berkicau yang unik. Salah satu keluhan yang kerap dilontarkan para BR mania adalah ketika burung mengalami over birahi. Berikut ini ciri-ciri branjangan over birahi dan cara mengatasinya.


Mengenal ciri-ciri branjangan over birahi dan cara mengatasinya
Kendati di pasaran beredar beberapa jenis branjangan, tapi semuanya memiliki kesamaan karakter dan suara yang tidak jauh berbeda. Demikian pula mengenai perawatan hariannya.
Namun ada satu hal yang bisa membuat galau kicaumania, khususnya pemula, yaitu ketika branjangan mengalami over birahi (OB). Ketika mengalami OB, salah satu dampaknya adalah burung makin jarang mengeluarkan suara kicauannya.

Beberapa ciri brangjangan over birahi

Ketika mengalami over birahi, branjangan seringkali mengalami peribahan kondisi dan perilaku. Hal inilah yang bisa dijadikan tengara mengenai branjangan yang sedang OB, antara lain:
  • Burung menjadi pendiam, padahal sebelumnya sangat rajin bunyi.
  • Burung cenderung ngeriwik saja, padahal sebelumnya sudah ngeplong.
  • Branjangan menjadi agresif saat melihat burung lain di dekat sangkarnya, atau ngeleper dan mengejar-ngejar burung tersebut (biasanya burung gereja).
  • Burung sering naik-turun tenggeran batunya dan “mengawininya” (ngawin batu).
  • Burung sering mematuki dasar sangkarnya.
  • Burung ngebalon atau mengembangkan bulu-bulunya ketika melihat orang yang merawatnya.
  • Burung sering membuka paruh ketika dimainkan / diberi tangan.
Namun, dalam beberapa kasus, over birahi terkadang bisa membuat beberapa individu branjangan justru menjadi lebih gacor atau rajin bunyi, terutama jika umur burung sudah mapan.

Mengatasi over birahi pada burung branjangan
Untuk mengatasi over birahi pada burung branjangan, tentu saja diperlukan perawatan ekstra untuk memulihkan kondisinya. Berikut ini beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi over birahi tersebut:
  • Rutin memandikan burung setiap hari, atau beberapa hari sekali.
  • Berikan pakan canary seed yang dicampur dengan parutan tulang sotong.
  • Durasi penjemuran perlu dikurangi, terutama pada siang hari.
  • Porsi pakan tambahan / extra fooding (EF) seperti jangkrik, ulat hongkong, dan sebagainya, perlu dipangkas.
  • Berikan ulat bambu yang dipotong-potong kecil untuk membantu menenangkan dan menstabilkan birahinya.
  • Over birahi pada branjangan juga sering terjadi akibat burung mulai memasuki masa mabung. Kalau itu yang terjadi, maka perawatan mabung harus mulai diterapkan.
  • Alternatif lain adalah mengawinkan jika kondisinya makin parah dan tidak bisa diatasi dengan perawatan di atas.
Demikianlah ciri-ciri branjangan yang over birahi serta cara mengatasinya, terutama untuk kicaumania pemula yang tertarik memelihara burung yang terkenal dengan gaya hovering ini.
Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Kicau Mania.

Ragam Jenis Burung Cipoh/cipo/sirtu/sirpu

20.15


Ragam Jenis Burung Cipoh/cipo/sirtu/sirpu

Burung cipoh/cipo/sirtu/sirpu atau nama ilmiahnya common iora adalah salah satu burung kicau yang merupakan endemik di Asia Tenggara termasuk Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Burung cipoh memiliki postur yang tidak terlalu besar, karena hanya berukuran 13-14 cm saja. Burung cipoh ini memiliki suara kicauan yang merdu, meskipun peminatnya masih terbilang sedikit. Tahukah anda apa saja ragam jenis burung cipoh? Pada kesempatan ini kami akan berbagi informasi mengenai ragam jenis burung cipoh terlengkap untuk anda.


Jenis burung cipoh menurut data akurat adalah 4 jenis. Burung cipoh mulai sulit ditemukan karena banyaknya perburuan liar yang tak terkendali. Sebagai kicaumania sejati, hendaknya kita selalu menjaga kelestariannya dengan cara menangkar burung, seperti burung cipoh. Saat ini banyak kicaumania yang menangkar beberapa jenis burung, seperti lovebird, cucak hijau, kenari, murai batu, jalak suren, kacer/poci, dan lain sebagainya. Tetapi ada baiknya kita mengenal dulu beberapa macam jenis burung cipoh berikut ini. Burung cipoh ini memiki warna dasar hijau zaitun yang khas. Mari sobat langsung saja kita kupas satu-persatu jenis cipoh agar lebih jelas.

1. Cipoh Jantung
Cipoh jantung memiliki nama ilmiah green iora atau Aegithina viridissima. Burung cipoh jenis ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil yaitu 13 cm saja. Ciri fisiknya antara lain warna bulu di tubuhnya hijau tua, terdapat garis putih pada sayapnya. Cipoh jantung jantan berwarna hijau dan bagian atasnya lebih gelap. Sedangkan cipoh jantung betina hijau gelap, dan garis pada sayapnya berwarna putih kekuningan. Suara kicauan cipoh jantung merdu dan nyaring. Penyebaran cipoh jantung ini paling banyak ditemukan di Indonesia dan Malaysia.

2. Cipoh Ekor Putih
Di dunia, cipoh ekor putih disebut white tailed iora, marshall's iora atau nama ilmiahnya Aegithina nigrolutea. Cipoh jenis ini memiliki garis tepi berwarna putih pada bulu ekornya. Secara sekilas cipoh ekor putih ini sama seperti cipoh kacat. Tetapi setelah diteliti, terdapat perbedaan pada bulu, suara, dan morfologinya. Cipoh ekor putih ini terdapat di India dan Sri Lanka. 

3. Cipoh Kacat
Cipoh kacat adalah jenis cipoh yang paling sering kita temui. Cipoh kacat memiliki nama latin Aegithina tiphia atau common iora. Sekilas hampir mirip dengan cipoh ekor putih, tetapi spesiesnya berbeda. Ada beberapa ciri cipoh kacat yang bisa kita amati, di antaranya sebagai berikut :
  • Panjang tubuh sekitar 14 cm.
  • Warna bulu bagian atas hijau zaitun.
  • Warna bulu bagian bawah berwarna kuning.

Sayapnya berwarna hijau dan kuning dengan dua garis putih yang jelas.
Di Indonesia, cipoh kacat ini bisa dikatakan paling populer. Karena mayoritas jenis cipoh yang dipelihara di rumah adalah cipoh kacat ini. Suaranya cukup merdu dan nyaring. Perawatan cipoh pun cukup mudah.

4. Cipoh Besar
Di antara jenis cipoh, cipoh besar atau great cipoh (Aegithina lafresnayei) adalah yang paling besar ukuran tubuhnya. Itulah mengapa cipoh jenis ini disebut dengan cipoh besar. Namun kita tak akan pernah menemukannya di Indonesia, karena hanya tersebar di negara-negara tetangga kita seperti Vietnam, Malaysia, Laos, Thailand, dan Kamboja. Secara garis besar, suara kicauan cipoh besar sama dengan cipoh kacat. Namun temponya lebih cepat.

Tentu dengan adanya beberapa jenis cipoh kacat ini kita berharap mereka tetap lestari dan tak akan punah. Karena ini merupakan kearifan Tuhan YME kepada kita. Anda bisa membeli burung cipoh di berbagai pasar burung besar di wilayah Indonesia.

Sobat kicau mania, demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang ragam jenis burung cipoh/cipo/sirtu/sirpu.Semoga bermanfaat bagi anda semua, dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicau mania Klub Burung Kicau untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Cara Menangkar Burung Ciblek Di Sangkar Harian Dan Sukses

20.02


Cara Menangkar Burung Ciblek Di Sangkar

Sobat kicau mania, di antara kalian adakah yang pernah atau sedang menangkar/beternak burung ciblek di sangkar harian? Memang ini bukan ide yang brilian, atau bahkan bisa dikatakan ini adalah ide yang tidak masuk akal. Idealnya, menangkar burung ciblek harus dengan kandang yang luas, nyaman, dan tentunya proporsional. Hmmm, apa pun penilaian anda yang pasti ada ciblek mania yang melakukan hal tersebut, yakni menangkar burung ciblek di sangkar harian. Bukan berarti dengan sangkar harian anda tidak bisa menangkar ciblek, karena bukti nyata sudah ada. 

Pada kesempatan ini kami hanya akan menginformasikan tentang teknik-teknik dasar, karena secara umum sama seperti memelihara ciblek biasa. Yang jelas membedakan adalah ciblek jantan dan betina ditaruh dalam satu sangkar dengan tujuan agar ciblek bisa bereproduksi, menghasilkan telur, dan menetas. Tetapi sebelum lebih jauh membahas cara menangkar ciblek di sangkar harian,

Oke mari kita lanjutkan ke topik awal, yaitu tentang cara menangkar ciblek di sangkar harian. Berikut ini beberapa langkah-langkah dasar menangkar ciblek di sangkar harian :
  1. Sangkar yang digunakan minimal berukuran 35 x 35 cm2. 
  2. Pastikan ciblek yang akan ditangkar adalah ciblek dewasa, berkelamin jantan dan betina. 
  3. Masukkan ciblek jantan dan betina dalam satu sangkar tersebut.
  4. Siapkan sarang ciblek untuk bertelur. Sarang sebaiknya ditaruh di bagian atas sangkar karena insting burung selalu bersarang di tempat yang lebih tinggi.
  5. Tempat sarang bisa dari bahan rotan. Sedangkan bahan dasar sarang bisa dengan jerami kering atau serat nanas.
  6. Jangan memindah sangkar dan merubahnya. Karena berdasarkan pengalaman, jika sangkar sering dipindah-pindah ciblek akan membuang telurnya. Bahkan untuk membersihkan kotorannya pun, ciblek bisa saja membuang telurnya. Ini dikarenakan ciblek membutuhkan suasana yang nyaman, tenang, dan bebas dari gangguan. 
  7. Tempatkan sangkar penangkaran di tempat yang tinggi. Kalau bisa di ruangan khusus yang jauh dari aktivitas orang.
  8. Jika ciblek sudah bertelur dan telur sudah menetas, maka tunggulah sampai anakan cibelk berumur 10-15 hari. Di usia itu bisa dipasangi ring kode untuk tanda pengenal.
  9. Anakan ciblek berusia 15 hari bisa diloloh secara manual, agar indukan betina segera bertelur lagi. Setelah anakan diambil, indukan ciblek akan bertelur lagi sekitar 1-2 minggu kemudian.

Itulah beberapa langkah-langkah dasar tentang cara menangkar ciblek di sangkar harian. Cara yang sederhana belum tentu tidak maksimal hasilnya. Yang penting ketelitian dan ketekunan kita dalam menjalankannya. Selamat mencoba beternak ciblek agar populasinya tidak punah. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Cara Menangkar Burung Ciblek Di Sangkar Harian Dan sukses. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicau mania untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya.Salam kicau, semoga sukses.!!!
 

Ramuan Pakan Kenari Istimewa Agar Rajin Berkicau Dan Gacor

19.39


Ramuan Pakan Kenari Istimewa

Sobat kicau mania, apakah anda punya burung kenari? Burung kenari saat ini menjadi primadona di pasar burung, dan harganya pun semakin menjulang tinggi. Harga kenari akan semakin mahal jika kenari tersebut rajin berkicau dan gacor. Memang untuk burung kicauan, semakin gacor burung tersebut maka akan semakin mahal pula harganya. Hmmm, setuju ga sobat kicau mania ? 


Oke langsung saja sobat kicau mania, simak baik-baik ramuan pakan berikut ini dan segera praktikkan di rumah. Berikut ini ramuan pakan istimewa agar kenari rajin berkicau dan gacor :

KOMPOSISI
  • Teh madu (1 sdt).
  • Poppy seed atau finger seed (1 sdt).
  • Mentega (1 sdt).
  • Telur puyuh rebus (1 butir).
  • Biskuit bayi (seiris).

CARA PEMBUATAN
Setelah 5 komposisi bahan di atas sudah anda dapatkan, sekarang waktunya anda untuk membuatnya. Cara pembuatannya sangat mudah. Perhatikan langkah-langkah berikut ini :
  • Tuangkan bahan-bahan di atas dalam satu wadah.
  • Aduk semua bahan-bahan tersebut secara merata. 
  • Bisa menggunakan tangan kosong atau alat lain (sendok/alat pengocok).
  • Pastikan semua bahan tercampur rata.
  • Ciri bahan telah tercampur rata adalah berubah menjadi seperti adonan/pasta.
  • Setelah bahan tercampur merata, selanjutnya anda tinggal memberikannya pada kenari kesayangan anda. Bisa dengan cara diloloh pakai pipet atau ditaruh dalam wadah di dalam sangkar.

JUMLAH PAKAN/PORSI
Bahan-bahan yang disebutkan di atas mengandung karbohidrat dan protein yang cukup tinggi. Jadi sebaiknya anda tidak memberikannya terlalu banyak pada kenari kesayangan anda. Untuk tahap awal, berikan saja setengah sdt setiap hari. Selama pemberian pakan tersebut, pantaulah perkembangan kenari anda, apakah ada peningkatan/perubahan atau tidak. Jika sudah ada peningkatan (kenari lebih gacor dan rajin berkicau) maka pertahankan porsi tersebut. Tetapi jika tidak ada perubahan maka anda bisa menambah porsinya menjadi 1 sdt setiap hari. 

Sobat kicau mania, cukup mudah bukan untuk membuat ramuan pakan istimewa agar kenari rajin berkicau dan gacor? Tentu anda bisa mencobanya di rumah agar kenari anda semakin rajib bunyi/gacor dan harganya pun akan semakin mahal. Agar hasil yang didapatkan maksimal, tentu anda harus mengimbangi dengan perawatan yang baik pula. 
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang ramuan pakan istimewa agar kenari rajin berkicau dan gacor, semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicau mania untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya.Salam kicau, semoga sukses.!!!

Cara Membuat Ramuan Tradisional Buat Burung Kenari

19.27


Cara Membuat Ramuan Tradisional Buat Burung Kenari

Saat pergantian musim (musim pancaroba) adalah kondisi dimana sangat cepat berubah dari panas menjadi dingin/musim hujan. Dan di saat tubuh manusia tidak dalam kondisi fit, maka akan mudah jatuh sakit. Itu buat manusia. Dan ternyata pancaroba juga sangat tidak bersahabat bagi burung kenari. Kenari yang kurang fit akan jatuh sakit seperti flu/pilek di saat pancaroba akibat perubahan cuaca ekstrem dan cepat. Untuk itu kita sebagai kenari mania harus menyiasati agar kenari tetap sehat. Salah satu cara yang ampuh menjaga kesehatan burung kenari adalah dengan ramuan tradisional. Pada kesempatan ini kami akan berbagi tips tentang kenari sehat dengan ramuan tradisional. Selain alami, juga ampuh menjaga kenari tetap sehat dan tidak mudah sakit. Mari sobat kita simak ramuannya berikut ini.

Ramuan Tradisional Agar Kenari Tetap Sehat

Ramuan tradisonal yang digunakan sebagai bahan utama mengandung banyak nutrisi dan zat yang sangat baik untuk kesehatan kenari. Jahe, kunyit, madu, kuning telur adalah beberapa komposisi yang biasa digunakan untuk suplemen alami. Nah untuk membuat ramuan tradisional untuk menjaga kenari tetap sehat, berikut ini bahan-bahannya :
  • 3 ruas kunyit ukuran sedang
  • 1 ruas jahe ukuran besar
  • 4 sdt madu asli
  • 1 kg pakan kenari dalam bentuk biji-bijian.
  • 2 telur ayam (ambil kuning telurnya)
  • 10 biji minyak ikan (bentuk kapsul)
  • 3 butir Natur E

Cara Membuat :
  1. Pertama kupaslah jahe dan kunyit sampai bersih.
  2. Haluskan keduanya dengan cara diparut atau diblender.
  3. Lalu masukkan dalam cepuk/baskom kecil.
  4. Lalu buka semua Natur E dan ambil isinya ditaruh di wadah kecil
  5. Kemudian buka semua minyak ikan dan ambil isinya. Pindahkan ke wadah kecil.
  6. Setelah itu siapkan kuning telur di dalam wadah kecil.
  7. Kemudian tuangkan madu (2 sendok) ke dalam kuning telur. Aduk-aduk sampai merata.
  8. Campurkan semua bahan ke dalam baskom/wadah yang lebih besar. Tambahkan air putih matang sebanyak 1/3 gelas.
  9. Aduk-aduk agar semua bahan tercampur rata. Sisihkan.
  10. Lalu pakan kenari dicuci dan disaring agar bersih. Lakukan sampai air saringannya jernih.
  11. Kemudian masukkan pakan kenari yang sudah anda saring tadi ke dalam wadah ramuan. Aduk-aduk sampai merata.
  12. Selanjutnya keringkan adonan dengan cara diangin-anginkan. Atau bisa juga dengan cara dijemur.
  13. Setelah benar-benar kering, pindahkan ramuan ke dalam toples dan ditutup rapat.
  14. Ramuan tradisional untuk kenari siap untuk diberikan kapan saja.
  15. Simpan di tempat yang teduh dan ditutup rapat agar awet.

Cukup mudah bukan untuk membuat ramuan tradisional untuk kenari agar tetap sehat? Dengan cara pembuatan dan penyimpanan yang benar maka kandungan gizinya tidak akan hilang. Kenari sehat dan selalu gacor di segala cuaca. Selamat Mencoba, Semoga Berhasil.

Sobat kicau mania, demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang kenari sehat dengan ramuan tradisional. Semoga bermanfaat bagi anda semua, dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicau mania Klub Burung Kicau untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Sains & Tekno

Berita

 

© Copyright 2016